Rabu, 28 Desember 2011

Gua Maria Pengiloning Leres***


 
***(Gua Maria Lawangsih adalah rangkaian dari Gua Maria Pengiloning Leres yang sudah ada lebih dahulu)
WAJAR bila Gua Maria Pangiloning Leres tidak banyak dikenal oleh masyarakat di luar Stasi Pelem Dukuh karena lokasi yang jauh dan terpencil dari kota Yogyakarta. Medan yang sulit dijangkau karena jalan turun-naik, agak curam serta rusak sebagian waktu itu

Di samping gua, ada Patung Kristus Raja setinggi 3 meter. Di belakang gua terdapat ruang doa yang luas, bersih, dan teduh. Gua ini lebih tinggi daripada Kapel Stasi SPM Fatima. Konon bukit di Gua Pengiloning Leres ini adalah kandang Kuda Sembrani para mahkluk halus. Hal ini ditunjukkan dengan adanya mata air di bagian bawah bukit yang bernama “benjaran(tempat minum kuda). Banyak orang mengatakan hampir setiap Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon mendengar suara gaduh kuda sembrani.

Stasi Pelem Dukuh, Stasi yang kaya akan pemandangan alam yang asri dan gua alami. Di bawahnya terdapat Kapel (Gereja) yang sebagian dindingnya adalah Batu Karang (asli) simbol Gereja kokoh yang dibangun Yesus di atas Batu Karang. Segi arsitektur dari sisi luar Kapel, mungkin kalah bila dibandingkan dengan gereja di kota besar lainnya. Tapi, jika telah masuk ke dalam akan terlihat beberapa lukisan indah tentang Gerbang Kerajaan Surga di dinding. Adapula kisah pembangunan Gereja yang penuh perjuangan karena kendala tanah waktu itu. Romo YB. Mangunwijaya, Pr sempat meneliti dan mereka-reka arsitektur Kapel Stasi Pelemdukuh. Namun tidak ada informasi yang tepat, mengapa Romo YB. Mangunwijaya, Pr tidak melanjutkan arsitektur di Kapel tersebut. 

Arsitektur yang digunakan oleh Kapel menarik sekali. Penataan batu-batu alami di sisi barat Kapel menambah keasrianya. Bentuk alami batu kapur tanpa tembok ini dipertahankan sesuai anjuran Romo YB. Mangunwijaya yang merupakan arsitek handal. Di belakang Altar dihiasi dengan lukisan-lukisan Gunungan Wayang tentang Kerajaan Surga, lukisan Rusa di padang rumput ada di sebelah kiri altar, di belakang patung Bunda Maria. Di atas ada gambar lima roti dan dua ikan (ungkapan dan perwujudan iman umat).

Bila dilihat dari bawah, Gua Maria Pengiloning Leres ini nampak seperti bahtera Nabi Nuh yang pada zaman dahulu. Bentuk bahtera disempurnakan dengan adanya patung Kristus Raja Semesta Alam sebagai nahkoda bahtera tersebut. Patung ini adalah karya dari Romo A. Tri Wahyono Pr. Tempat ini kelak menjadi Golgota dan tempat patung pieta (Bunda Maria Berduka Cita memangku Sang Putra yang telah wafat tersalib). Gua Maria Lawangsih menjadi awal peziarahan umat, menimba kekuatan melalui Bunda Maria, mengikuti jalan Salib Tuhan Yesus dan menuju pada Golgota. Di sana Kristus Raja telah menanti dengan berkatNya yang melimpah (Lihat artikel. GUA MARIA LAWANGSIH)