Jumat, 23 Desember 2011

Gua Maria Ratu – BESOKOR


NAMA Gua Maria Ratu atau Gua Bunda Maria Ratu, Besokor –Weleri – Kendal - Jawa tengah merupakan salah satu tempat Ziarah di jalur pantura, Jawa tengah. Kisah Gua Maria Ratu, Besokor tak dapat dipisahkan dari Paroki St. Martinus  Weleri-Kendal, yang masuk wilayah tugas Keuskupan Agung Semarang .

Dusun Besokor, berada di Lingkungan Paroki St. Martinus Weleri yang berjarak 3 Km ke arah Selatan. Dusun besokor ketika itu adalah Dusun yang sangat miskin, sebagian penduduknya adalah buruh tani atau buruh perkebunan.Kondisi inilah yang mendorong Keuskupan Agung Semarang pada tahun 1966 menugaskan Romo Danu Wijoyo (alm),Romo Knettsc Sj(alm), Romo Suto Panitro Sj (alm) dan 3 orang Bruder Rasul.

Romo Danu bertanggung jawab atas Pilot Proyek pengembangan karya Keuskupan Agung Semarang, dibidang pertanian (pertanian ketika itu, diidentikan dengan kaum lemah). Romo Danu ketika itu, mendampingi karya bruder-bruder Rasul. Para Bruder dan romo ini menempati tanah perkebunan seluas kurang lebih 11 ha.Tanah ini dibeli sejak tahun 1959 dari keluarga Sayers asal dusun Besokor. Kemudian pada tahun 1981, tempat ini diserahkelolakan pada karya Suster-Suster Abdi Dalem Sang Kristus(ADSK) yang berpusat di Ungaran-Jawa Tengah, sampai sekarang.

Para Suster Abdi Dalem Sang Kristus (sekarang Abdi Kristus atau disingkat Ak) ketika itu adalah Sr, Theresala dan Sr. Hortensia. Sr. Theresala menangani masalah kemiskinan, lalu terbentuklah kelompok “17” yang menangani Credit Union (CU) dan penggarapan sawah sewaan. Karya para suster Ak ini bersifat sangat terbuka tanpa memandang golongan ataupun agama. Para suster membenahi pengadaan air bersih yaitu dengan ditambahnya 2 sumber mata air lagi, “tuk” watu angrik dan “tuk” Sirondo. Suster Ak ini didampingi oleh Delegatus Sosial Keuskupan Agung semarang dalam pendanaan. Disamping kedua karya tersebut Sr. Theresala dengan dibantu oleh Bp. Petrus Daljo Pranoto (Dewan Paroki dan seorang karyawan Dinas Sosial di Kab. Kendal) mampu “merumahkan” kaum tuna wisma di seputar kota Weleri dengan memanfaatkan tanah milik Keuskupan Agung Semarang.

Pada kurun waktu tugas para suster Abdi Kristus inilah, pada Bulan Desember Tahun 1987, Suster yang bertugas di Besokor  adalah sr. Ambrosia dan Sr.. M. Christiana dan Rm. T. Widyana Sj. (Rm T. Widyana Sj, bertugas di paroki Weleri pada th. 1984 s.d 1990), Romo T. Widyana sj, dikaruniai  Penampakan Bunda Maria melalui mimpi.Dalam mimpi tersebut Bunda Maria menunjukkan adanya Gua (lubang) di wilayah perbukitan dusun Besokor yang sangat baik untuk mengeluh dan mengaduh.

Keesokan paginya, ketika selesai mempersembahkan misa pagi dikapel susteran Besokor. Romo Wid (panggilan akrabnya) menceritakan pada sr. Ambrosia dan umat di lingkungan Besokor Romo Wid menanyakan kepada Bp. Sudiyono, keberadaan Gua seperti yang dia maksud dalam mimpi. Bp. Sudiyono mengatakan bahwa ada 3 buah gua, yang satu berada diperbukitan tanah milik Keuskupan, dan 2 lagi ada di luar tanah Keuskupan. Segeralah dicari dimana gua itu berada. Romo Widyana yakin, gua yang berada di tanah Keuskupanlah yang mirip ada didalam mimpi Romo.
Bukan Gua, melainkan berupa lubang yang tertutup oleh rerumputan, alang-alang dan tanaman liar. Lubang tersebut nyaris tak kelihatan. Menurut cerita masyarakat setempat, itu adalah lubang untuk persembunyian tentara Jepang. Setelah masa kemerdekaan lubang itu lebih, dipakai sebagai tungku pembakaran kulit buah randu(abunya adalah bahan dasar sabun cuci, semacam sabun “bebek” yang dicetak kotak-kotak. Kemudian lubang kecil di bawahnya, sebagai tempat pengeruk abu hasil pembakaran buah kulit randu tersebut

Sr. Ambrosia mengajak umat bergotong royong membersihkan tempat tersebut.  Setelah bersih, ternyata lubang tersebut sangat dalam (sekarang lubang itu berada dipaling atas dari seluruh kawasan Gua). Romo widyana lalu memberikan dana sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) untuk membesarkan lubang tersebut dan tepian dalamnya dibuat trap untuk duduk para peziarah atau para umat yang berkunjung untuk berdoa.

Patung maria ditempatkan sebelah barat bagian dari lubang tersebut. Pada awal bulan Mei 1988, Patung Maria kecil ditahtakan pertama kali serta “gua” kecil sumbangan dari (alm Bp. Anwar Chandra Weleri). Pentahtaan patung Maria ini diawali dengan misa Kudus yang dipimpin oleh Rm. Widyana, sekaligus sebagai pembukaan bulan Maria. Pada tanggal 29 Juni 2003 diresmikan oleh Bp. Uskup Agung Semarang, Mgr Ign. Suharyo, Pr.

Agenda rutin yang diadakan antara lain novena 9 kali dan kala santa. Novena 9 Kali dibuka setiap bulan September dan ditutup pada bulan Mei. Novena ini jatuh pada setiap Minggu pertama setiap bulannya. Kala Santa diadakan setiap malam jumat pertama, Misa Kala santa digagas olah Rm. YB. Suyitna Sj (ketika itu masih bertugas di Paroki St. Martinus Weleri). Gua Bunda Maria Ratu, Besokor sejak tahun 2004 Oleh PEMKAB Kendal ditetapkan sebagai Daerah Tujuan Wisata Daerah (DTW). Pembangunan GBMR yang telah menghabiskan dana tidak kurang 650 juta rupiah ini akhirnya siap melayani para peziarah

Artikel selengkapnya bisa dilihat di : http://guamariabesokor.blogspot.com

GUA MARIA RATU – BESOKOR
Alamat: Lokasi sekitar 4km ke arah selatan Weleri di jalan raya Weleri-Sukorejo. Dusun Besokor, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kendal.
Rute: Jakarta - Cirebon - Weleri atau Semarang - Kendal – Weleri
Telp : informasi 24 jam, no telp dan fax (0294) 644644.
Koordinat GPS : S7° 00' 09.1" E110° 03' 57.4"